Malam ini terasa sunyi bagai malam-malam yang telah berlalu, kesunyian yang menghantarkanku kedalam pergulatan batin dan pikiran. Mengingat hari ini merupakan hari terakhir UAS dan telah kulalui penuh kebuntuan dalam menjawab soal-soalnya, kebuntuan yang terjadi akibat kurangnya (banget) mempelajari bahan-bahan UAS dan tidak adanya "pegangan" dikarenakan smartphone sematawayang sedang koma alhasil hanya pegangan dengan pulpen dan soal ujian serta lembar jawabannya. Namun masih ada sedikit keberuntungan karena terdapat dua kawanku yang berbaik hati memberikan jawaban dari 4 orang yang berad di sekitarku. Skip. Akhirnya UAS pun selesai namun masih saja stress dan beban pikiran yang kuderita masih tersisa banyak. Mungkin Stress dari UAS hanya -+15% dari keseluruhan stress yang kuderita.
Sudah 3 hari smarphone ku koma dan belum mendapatkan perawatan medis, dan 4 hari lagi sudah waktunya membayar cicilan motor sedangkan partner mencari uang sedang koma alhasil tidak adanya uang untuk membayar cicilan dan besok waktunya mendaftar Gr*bbb*ke namun uang yang bersemayam di dompet <30rb dan biaya pendaftaran minimal yang kubutuhkan 150rb yang sekalian dapat smartphone alhasil jadilah cari pinjaman sana sini dan syukurlah sekarang ada 200rban dan tinggal melakukan pendaftaran esok hari.
Selepas Isya bokap membicarakan prihal hpku yang koma yang menyebabkan tidak adanya pnghasilan yang kudapat dan terjadilah perdebatan yang sangat menampar perasaan ini. Pembicaraan berakhir dengan hasil yaitu sepertinya motor akan kembali ditarik oleh dealer. Diri ini disuruh ngecer kalau mau kemana-kemana, okelah gapapa ngecer kalau dikasih uang buat ngecernya lah ini engga hmm. Seminggu mendatang PKL dimulai yang membuat diri ini makin stress, dan bayar uang kuliah mungkin 2 minggu mendatang dan sepertinya uang kuliahpun ga ada. Cuti kuliah yang ada di benakku, haruskahku cuti kuliah untuk mencari pekerjaan tetap untuk membiayai kuliah? karena diri ini sepertinya tak ditakdirkan untuk mendapat beasiswa.
Diri ini stress Diri ini bingung Diri ini gatau harus berbuat apa Diri ini harus mengambil kepuusan pilihan seperti apa Haruskah diri ini melampaui batasnya Apakah ini batas diri ini Diri ini bisa gila
Let tomorrow be, semoga pilihan yang kuambil merupakan pilihan yang tepat.
0 komentar:
Posting Komentar